Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI
Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto
Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di
usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas
Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI
ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman.
Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi
pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai
“teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya.
Dalam salah satu bukunya yang berjudul
“Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi mengemukakan bahwa inovasi
teknologi seingkali memiliki problem “wajah Janus”. Janus adalah sosok dewa
dalam mitologi Yunani yang digambarkan memiliki dua wajah: satu menatap ke
depan, wajah yang lainnya menghadap ke belakang. Teknologi ditengarai juga
memiliki hal yang serupa, memiliki dua wajah, dalam artian setiap inovasi
teknologi memiliki dua efek sepaket namun berkebalikan. Satu sisi membawa
perubahan positif, sisi yang lain secara bersamaan juga menimbulkan dampak
negatif.
Seperti beberapa inovasi teknologi yang lain,
teknologi digital juga mengidap problem “wajah Janus”. Teknologi ini memiliki
kegunaan mendua. Di satu sisi, teknologi digital mampu menembus sekat ruang dan
waktu. Kelebihan teknologi digital dibandingkan analog adalah pada
kecepatannya. Komunikasi yang dijalankan dengan teknologi digital memiliki
kecepatan yang jauh lebih efisien. Informasi yang ditebar menggunakan perangkat
digital memiliki daya jangkau lebih luas dan kecepatan “tiba” di tempat lebih
cepat. Hal ini bisa terjadi karena teknologi digital menggunakan perangkat
fiber. Teknologi ini juga dilengkapi rumusan matematis yang jauh lebih canggih.
Sistem algoritma menjadi basisnya. Teknologi ini juga dilengkapi dengan rumusan
matematis yang jauh lebih canggih.
Teknologi digital telah merevolusi sistem
pertahanan keamanan di masa mendatang. Jenis teknologi ini membuat sistem
pertahanan dan keamanan menjadi jauh lebih efisien. Dengan tersedianya jaringan
yang terintegrasi, sistem pertahanan dan keamanan memiliki tingkat sekuritas
(keamanan) yang tinggi. Lebih penting lagi, sistem pertahanan dan keamanan
berbasis teknologi digital memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas dan
kemampuan deteksi masalah yang lebih akurat.
Salah satu produk teknologi digital adalah website
dan media sosial. Kini website menjadi sarana baru dalam berbagai
informasi. Banyak media massa kini bertransformasi dalam format online. Fayakhun Andriadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar