Tampilkan postingan dengan label fayakhunandriadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fayakhunandriadi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juni 2017

Fayakhun Andriadi Bangga Terhadap Kemampuan TNI

Tentara  Nasional Indonesia atau yang disingkat TNI acapkali menggelar latihan gabungan (latgab) demi unjuk kekuatan dan menguji kemampuan mereka dalam pertempuran dan olah senjata. Fayakhun Andriadi yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta senang dengan adanya latgab yang menunjukkan kekuatan TNI di depan khalayak. Hal itu perlu dilakukan karena TNI merupakan pasukan yang harus berada di garda terdepan ketika ada musuh yang mencoba mengusik dan mengacaukan NKRI.
FayakhunAndriadi mengatakan bahwa Latgab TNI yang sering diadakan  benar-benar telah memperlihatkan kehandalan para prajurit kita menghadapi musuh dari mana pun. Fayakhun Andriadi dengan senang hati mengungkapkan kebanggaannya kepada TNI.
“Para prajurit kita membuktikan tak hanya punya kemampuan profesional menguasai alat utama sistem persenjataan (Alutsista) modern, tetapi juga sangat membanggakan spirit berperangnya,” ujarnya di Jakarta,
Selain itu, Fayakhun Andriadi juga mengungkapkan bahwa Latihan Gabungan (Latgab) TNI yang digelar di Asembagus, Jawa Timur (Jatim), memperlihatkan kalau militer Indonesia telah memiliki efek pencegahan (‘deterrence effect’), meski Alustsistanya masih sangat perlu ditingkatkan.
“Kalau soal alutsista, TNI memang perlu melakukan peningkatan atau upgrade. Karena tentara negara lain sudah menggunakan teknologi dan peralatan perang yang canggih dan modern,” jelas Fayakhun Andriadi.
Semangat perang yang baik, lanjut Fayakhun Andriadi harus diimbangi dengan peralatan tempur yang baik pula.
“Pengadaan alutsista yang canggih dan modern ini bukan semata-mata untuk tujuan perang, tapi untuk menjaga wilayah NKRI yang terbentang dari Sabang dan Merauke. Wilayah yang luas ini harus dijaga dengan peralatan yang modern,” tegas Fayakhun Andriadi.
Rekan Fayakhun Andriadi,  dari Fraksi Partai Hanura, Susaningtyas Handayani Kertopati menilai, efek pencegahan seperti yang diungkapkan oleh Fayakhun, itu memang masih belum sekuat beberapa negara maju.
Karenanya, keduanya berharap, TNI harus terus didukung, terutama dalam pengadaan Alutsista.
Keduanya juga mengapresiasi Latgab TNI tahun ini. Pameran kekuatan persenjataan TNI yang disimulasikan dengan operasi penguasaan wilayah negara lain, sangat membanggakan.

Dikatakan, Komisi Pertahanan DPR RI akan selalu mendukung upaya TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dukungan itu termasuk dalam pengadaan alutsista yang modern.

“Hal yang paling penting adalah dukungan terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan prajurit, pengembangan sumber daya manusia, dan pendidikan para perwira. Latgab ini juga berguna untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan membuat mereka semakin terlatih,” demikian Susaningtyas Kertopati.

Sabtu, 17 Juni 2017

Fayakhun Andriadi: Pembagian Era Evolusi Teknologi Komunikasi-Informasi


Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman. Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai “teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya.

Dalam salah satu bukunya yang berjudul “Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi menyebutkan bahwa sebenarnya teknologi memiliki sejarah panjang.  Terdapat beberapa pembagian episode perjalanan manusia bersama teknologi. Salah satu yang dijadikan rujukan Fayakhun dalam membagi periodisasi teknologi ini adalah merujuk pada teori yang dipaparkan oleh Everett M. Rogers dalam Communication Technology: The New Media in Society (1986). Dalam tulisannya tersebut, Everett M. Rogers membagi sejarah evolusi teknologi komunikasi-infromasi manusia dalam empat era, yaitu:

Pertama, era tulisan. Era ini menandai semakin canggihnya sistem komunikasi. Meskipun belum didukung oleh canggihnya teknologi, era ini sudah mulai mengatasi keterbatasan yang dimiliki tubuh manusia utamanya pendengaran dan alat komunikasi lisan.
Kedua, era cetakan. Era cetakan ini dimulai oleh penemuan mesin cetak oleh Gutenberg. Gutenberg menjadi ikon pada era ini karena telah berhasil menemukan mesin cetak pada tahun 1456 M. Dengan ditemukannya mesin cetak, cara penyebaran informasi, dalam hal ini informasi tertulis menjadi lebih mudah dan cepat. Era ini populer disebut sebagai “Galaksi Gutenberg”.

Ketiga, era telekomunikasi. Pada era ini, perkembangan teknologi informasi-komunikasi semakin progresif. Penemuan-penemuan baru di bidang komunikasi dan informasi semakin banyak dan canggih. Salah satu perkembangan dimaksud adalah penemuan mesin telegraf. Dengan ditemukannya mesin telegraf, cara komunikasi tulis menjadi semakin cepat. Belum lagi pada era ini juga ditemukan mesin telepon oleh Alexandre Graham Bell. Dengan ditemukannya mesin telepon, cara komunikasi tutur juga bisa dilakukan dalam tempo cepat meskipun jarak  antar komunikator relatif jauh.


Keempat, era interaktif. Era ini ditandai dengan ditemukannya komputer mainframe “ENIAC” oleh University of Pensylvania pada tahun 1946. Puncaknya, perpaduan antara komputer dan internet yang melahirkan berbagai revolusi dalam bidang teknologi infromasi dan komunikasi di era sekarang.

Jumat, 16 Juni 2017

Inovasi Teknologi Digital dalam Pandangan Fayakhun Andriadi

Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman. Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai “teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya.

Dalam salah satu bukunya yang berjudul “Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi mengemukakan bahwa inovasi teknologi seingkali memiliki problem “wajah Janus”. Janus adalah sosok dewa dalam mitologi Yunani yang digambarkan memiliki dua wajah: satu menatap ke depan, wajah yang lainnya menghadap ke belakang. Teknologi ditengarai juga memiliki hal yang serupa, memiliki dua wajah, dalam artian setiap inovasi teknologi memiliki dua efek sepaket namun berkebalikan. Satu sisi membawa perubahan positif, sisi yang lain secara bersamaan juga menimbulkan dampak negatif.


Seperti beberapa inovasi teknologi yang lain, teknologi digital juga mengidap problem “wajah Janus”. Teknologi ini memiliki kegunaan mendua. Di satu sisi, teknologi digital mampu menembus sekat ruang dan waktu. Kelebihan teknologi digital dibandingkan analog adalah pada kecepatannya. Komunikasi yang dijalankan dengan teknologi digital memiliki kecepatan yang jauh lebih efisien. Informasi yang ditebar menggunakan perangkat digital memiliki daya jangkau lebih luas dan kecepatan “tiba” di tempat lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena teknologi digital menggunakan perangkat fiber. Teknologi ini juga dilengkapi rumusan matematis yang jauh lebih canggih. Sistem algoritma menjadi basisnya. Teknologi ini juga dilengkapi dengan rumusan matematis yang jauh lebih canggih.

Teknologi digital telah merevolusi sistem pertahanan keamanan di masa mendatang. Jenis teknologi ini membuat sistem pertahanan dan keamanan menjadi jauh lebih efisien. Dengan tersedianya jaringan yang terintegrasi, sistem pertahanan dan keamanan memiliki tingkat sekuritas (keamanan) yang tinggi. Lebih penting lagi, sistem pertahanan dan keamanan berbasis teknologi digital memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas dan kemampuan deteksi masalah yang lebih akurat.
Salah satu produk teknologi digital adalah website dan media sosial. Kini website menjadi sarana baru dalam berbagai informasi. Banyak media massa kini bertransformasi dalam format online. Fayakhun Andriadi